Siapkan Dana Rp425 Miliar, Multipolar Buyback Saham


PT Multipolar Tbk (MLPL) mendapatkan restu pemegang saham untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham demi menjaga stabilitas harga saham di pasar.

Direktur Multipolar Agus Arismunandar mengatakan aksi buyback dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan seperti kestabilan harga.

"Harga saham perseroan saat ini dibandingkan beberapa bulan lalu mengalami kenaikan signifikan. Kami ingin ada satu mekanisme di mana kami bisa menciptakan kestabilan harga saham perseroan," katanya, Rabu (21/7).

Dijelaskan, dengan fleksibilitas yang dimiliki perseroan atas harga saham MLPL sekaligus juga menjaga nilai investasi para investor baru yang masuk ke perseroan.

"Berdasarkan hasil RUPSLB, buyback akan dilakukan dalam kurun waktu 18 bulan ke depan. Saham yang telah dibeli kembali oleh Multipolar akan disimpan dalam bentuk tresuri selama 3 tahun dan langkah setelahnya akan ditentukan kemudian," terasngnya.

Lebih lanjut, buyback ini dilakukan juga mengingat prospek bisnis perseroan di masa pemulihan ekonomi pasca pandemi. Dengan segala program pemerintah seperti vaksinasi dan pembatasan sosial diharapkan bakal mengerek laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Apabila pemulihan ekonomi terjadi, salah satu sektor investasi MLPL di bidang peritel dipercaya bakal bergairah lagi. Seiring dengan pemulihan ekonomi tentunya juga nilai investasi kami yang tertekan sekarang karena pandemi akan meningkat kembali," ujarnya.

Selain itu, buyback saham MLPL ini juga diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan di Bursa Efek Indonesia.

Secara terperinci, MLPL berencana akan melakukan buyback sebanyak-banyaknya Rp284,43 miliar yaitu tidak melebihi 10% nilai nominal modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

MLPL menyediakan dana maksimal Rp425 miliar untuk aksi buyback ini yang sudah termasuk biaya emisi.

Harga maksimal buyback dibatasi sebesar Rp720 per saham dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan daftar pemegang saham perseroan per 30 Juni 2021, jumlah saham perseroan yang dimiliki oleh pemegang saham bukan pengendali dan bukan pemegang saham utama adalah 4.034.872.886 saham atau mewakili 27,56% dari jumlah saham dalam modal disetor.

Dengan asumsi pembelian kembali saham dilakukan maksimal 10% dari nominal modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan serta batasan penggunaan keseluruhan dana yang disiapkan perseroan yaitu sebesar Rp425 miliar, maka jumlah saham bukan pengendali dan pemegang saham utama pasca pembelian kembali saham adalah 2.570.909.639 saham atau mewakili 17,56% dari jumlah saham dalam modal disetor.

 



Berita Populer


ASEANFLAG